Minggu, 26 Februari 2012

Syubhat-syubhat Dari Misionaris Untuk Menyerang Islam 6

Syubhat-syubhat Dari Misionaris Untuk Menyerang Islam
By : Abu Dawud Ulinnuha Arwany
ini saya dapatkan dari www.answeringmisionaris.wodpress.com
1.      Aisyah Korban Pedofilia?
Seorang pedofil pasti mencari-cari korban anak-anak di bawah umur untuk pelampiasan nafsunya…
Sering kita temui pelaku pedofil berusia 68 tahun dan korbannya 5 tahun, 6 tahun, 7 tahun, 12 tahun, dll…. yang namanya korban pedofil, PASTI TRAUMA atas kejadian pencabulan atau pemerkosaan para pedofil atas dirinya. Lalu, FFI menuduh Rasulullah.SAW sebagai pedofil karena menyetubuhi Aisyah.ra di usia belia (ada riwayat mengatakan 9 tahun ada juga yang 12 tahun)… padahal hadits-hadits itu tidak menyatakan “menyetubuhi” melainkan “menikahi” dan Aisyah pun juga tidak digauli sampai masuk usia produktif…

Selain itu, apakah Aisyah termasuk korban pedofil? banyak riwayat justru menjelaskan sifat Aisyah yang PENCEMBURU…
MANA ADA KORBAN PEDOFIL CEMBURU DENGAN WANITA LAIN KARENA PELAKU PEDOFILNYA BERDEKATAN PADA WANITA ITU????

2.     Menjawab tuduhan Nabi Muhammad SAW seorang gay

Diriwayatkan dari al-Bara’ bin ‘Azib 4& ia berkata, “Aku melihat Rasulullah saw. menggendong al-Hasan bin Ali di atas pundak beliau seraya berkata, “Ya Allah SWT., aku mencintainya maka cintailah dia.”
Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari hadits Syu’bah.1158 Imam Ahmad1159 meriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata, “Pada suatu hari Rasulullah saw. pergi ke pasar Bani Qainuqa’ dengan dituntun oleh kedua tanganku. Beliau berkeliling di pasar tersebut.Kemudian kembali dan duduk di dalam masjid. Beliau berkata, ‘Di mana si Laka’ ?Panggil kemari si Laka’!’ Lalu datanglah al-Hasan berlari ke arah beliau lalu duduk di pang-kuan beliau. Rasulullah saw. memasukkan lidah beliau ke dalam mulutnya sembari berkata, “Ya Allah SWT., aku mencintainya maka cintailah dia dan cintailah orangorang yang mencintainya.” Beliau katakan sebanyak tiga kali
Jadi ciuman Rasulullah kepada cucunya tak lebih dari ciuman kasih sayang seorang kakek kepada cucunya.Bukankah Rasulullah juga menikahi perempuan bahkan berpoligami.Apa mungkin seorang gay berpoligami?!

3.      TUDUHAN BAHWA RASULULLAH  ADALAH MANIAX , SUKA KAWIN
Kaum kafir sering menuduh Rasulullah hipersex dan berpoligami hanya karena nafsu.
ALASAN RASULULLAH BERPOLIGAMI
Dalam penyebaran agama Islam secara bertahap dan rasa kasih sayang terhadap para pejuang Islam yang syahid dalam medan pertempuran melawan kafir, Rasullulah memilih untuk mengawini para istri-istri para syuhada’ tersebut sebagai ujud rasa kepedulian serta untuk menguatkan keimanan mereka terhadap agama Allah, tujuannya hanya untuk menghibur wanita-wanita serta menguatkan iman mereka yang suaminya telah syahid dalam peperangan,bukan untuk memuaskan hawa nafsu semata, perkawinan yang dilakukan oleh Rasulullah tersinar pancaran syari’at Allah.
Pernikahan ini menjadi strategi yang jitu dalam penyebaran agama Islam (Dakwah) bertujuan untuk menguatkan keimanan para wanita-wanita tersebut, karena pada masa itu mereka baru memeluk Islam. Strategi dakwah (penyebaran Agama Islam) yang muncul dari pernikahan yang dialakukan oleh Rasulullah terhadap para istri-istrinya adalah karena para istri-istri Rasulullah memiliki keahlian masing-bermasing, seperti Khadijah ia seorang wanita yang darmawan dan Nigrawati, kontribusinya dalam perjuangan Islam sangat besar, sedangkan istri-istri Rasulullah yang lain mereka memiliki kecerdasan yang kuat dalam mengingat perkataan Rasullullah, dan menghafalnya, sehingga perkataan yang dihafal tersebut dinamakan hadits.
Istilah poligami muncul dibelakangan, secara historis Nabi melakukan poligami setelah Khadijah meninggal dunia, setelah itu Nabi menikah dengan Saudah hingga sampai kepada Maimunah.Mayoritas Rasulullah menikahi istri-istri para pejuang agama (syuhada), yang meninggal dalam peperangan, dalam artian istri Rasulullah banyak yang syaibah (Janda).Ini menjadi bukti nyata bahwa maksud Rasulullah menikahi para istri-istri pejuang agama (Syuhada) BUKAN karena hawa nafsu semata tetapi karena menguatkan hati mereka dalam menyembah Allah dan bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

5. Subhat Bahwa Nabi Melanggar Al-Quran Surat Al-Baqarah Ayat 222, Tentang Larangan Menyetubihi Wanita Yang Sedang Haid.
Mereka berkata bahwa SEMUA ISTRI2NYA DAPAT MELAYANI MUHAMMAD, WALAUPUN MEREKA SEDANG MENS. Dengan kata lain, tidak pandang siapa istri2 Muhammad, semua istri2 Muhammad dapat melayani Muhammad walaupun mereka sedang mens, jadi semua orang pun dapat melakukan seperti apa yang Muhammad lakukan (meniduri istrinya yang sedang mengalami datang bulan).
Mereka beralasan dengan hadits berikut “Cerita dari ‘Urwah bahwa dia ditanya orang : “Bolehkah wanita haid melayaniku, dan bolehkah wanita junub mendekatiku?” Jawab ‘Urwah, Semuanya boleh bagiku. Semuanya boleh melayaniku dan tiada celanya.“Aisyah menceritakan kepadaku, dia pernah meyisir rambut Rasulullah SAW, ketika sedang haid.Padahal ketika itu Rasulullah sedang i’tikaf di masjid. Maka didekatkannya kepalanya kepada ‘Aisyah yang sedang berada dikamarnya, lalu ‘Aisyah menyisir rambut Rasulullah, padahal dia sedang haid” {Hr. Bukhari 187}
Berarti Muhammad, bukan nabi suci, melainkan nabi yang tidak dapat menahan nafsu sexnya sehingga istri-istrinya yang sedang mens dapat disetubuhinya, walaupun itu dilarang oleh Al-Quran (Albaqarah 2: 222)
Jawaban>>>
Hadist yang di ‘kutip’ untuk menghujat rasulullah adalah menggambarkan bahwa ketika haid ‘Aisyah MENYISIR rambut beliau dan tidak melakukan persetubuhan, akan tetapi mereka mengatakan Nabi dan ‘Aisyah bersetubuh
Surat Al Baqarah tsb diturunkan atas jawaban dari pertanyaan yang ditujukan kepada Nabi Muhammad kala itu bagaimanakah sekiranya memperlakukan wanita yang sedang haid, karena kala itu pada zaman Jahiliyah orang yahudi / Majusi terlalu berlebih-lebihan dalam menjauhi isterinya ketika datang bulan, mereka sama sekali tidak mau makan, minum, duduk-duduk dan tinggal serumah dengan isterinya yang kebetulan datang bulan. Sementara orang Nasrani melakukan / menyetubuhi wanita yang sedang haid. Oleh karena itu Nabi Muhammad s.a.w. kemudian menjelaskan kepada mereka maksud daripada ayat tersebut, dengan sabdanya sebagai berikut.
Saya hanya perintahkan kepadamu supaya kamu tidak menyetubuhi mereka ketika mereka itu dalam keadaan haidh; dan saya tidak menyuruh kamu untuk mengusir mereka dari rumah seperti yang dilakukan oleh orang ajam.

6. Menjawab Tuduhan: Nabi Muhammad Bukan keturunan Nabi Ibrahim

Mereka mengatakan bahwa nabi tidakdari keturunan nabi Ibrahim, dengan alasan didalam Al-Qur’an tidak disebutkan secara nyata bahwa nabi adalah keturunan Nabi Ibrahim.

 Mak jawabannya adalah:
Rasulullah, keturunan ke-61 dari Nabi Ismail
Watsilah bin Asyqo berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya Allah memilih Kinanah dari keturunan Ismail dan Allah memilih Quraisy dari keturunan Kinanah. Allah memilih Bani Hasyim dari Quraisy dan Allah memilih aku dari keluarga Bani Hasyim” (HR. Muslim dan At-Tirmidhi)
Hadith di atas, adalah informasi dari Rasulullah, mengenai silsilah beliau.Dan tidak ada maksud, untuk membangga-banggakan kemuliaan nasab yang dimilikinya.
Bani Hasyim – Suku Quraisy – Bani Kinanah
Rasulullah berasal dari Bani Hasyim, yang bertanggung-jawab dalam Pemeliharaan Ka’bah. Bani Hasyim dinisbatkan kepada anak keturunan Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr (Quraisy). Rasulullah sendiri adalah cicit dari Hasyim bin Abdu Manaf, dengan nasab : Muhammad Rasulullah bin Abdullah bin Abdu Muthalib bin Hasyim.
Keluarga Bani Hasyim, merupakan bagian dari Suku Quraisy, yang merupakan anak keturunan Fihr (Quraisy) bin Malik bin Al Nadhar bin Kinanah. Sementara Suku Quraisy, merupakan pecahan dari Bani Kinanah, yang berasal dari Kinanah bin Khuzayma bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan.
Nasab Muhammad Rasulullah
Melalui penelitian yang panjang, akhir-akhir ini diperoleh data mutahir mengenai leluhur Rasulullah, yang dimulai dari Adnan sampai kepada Nabi Ibrahim, yaitu :
Adnan bin Add bin Humaisi‘ bin Salaman bin Aws bin Buz bin Qamwal bin Obai bin ‘Awwam bin Nashid bin Haza bin Bildas bin Yadlaf bin Tabikh bin Jahim bin Nahish bin Makhi bin Ayd bin ‘Abqar bin ‘Ubayd bin Ad-Da‘a bin Hamdan bin Sanbir bin Yathrabi bin Yahzin bin Yalhan bin Arami bin Ayd bin Deshan bin Aisar bin Afnad bin Aiham bin Muksar bin Nahith bin Zarih bin Sami bin Wazzi bin ‘Awda bin Aram bin Qaidar bin Nabi Ismail bin Nabi Ibrahim (“Ar Raheeq Al Makhtum”, tulisan Syaikh Safi-ur Rahman al-Mabarakpuri).
Sumber :
Sehingga Nasab Rasulullah sampai kepada Nabi Ibrahim, adalah sebagai berikut :
Muhammad Rasulullah bin Abdullah bin Abdu Muthalib bin Hasyim (cikal bakal Bani Hasyim) bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr (cikal bakal Suku Quraisy) bin Malik bin Al Nadhar bin Kinanah (cikal bakal Bani Kinanah) bin Khuzayma bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan bin Add bin Humaisi‘ bin Salaman bin Aws bin Buz bin Qamwal bin Obai bin ‘Awwam bin Nashid bin Haza bin Bildas bin Yadlaf bin Tabikh bin Jahim bin Nahish bin Makhi bin Ayd bin ‘Abqar bin ‘Ubayd bin Ad-Da‘a bin Hamdan bin Sanbir bin Yathrabi bin Yahzin bin Yalhan bin Arami bin Ayd bin Deshan bin Aisar bin Afnad bin Aiham bin Muksar bin Nahith bin Zarih bin Sami bin Wazzi bin ‘Awda bin Aram bin Qaidar bin Nabi Ismail bin Nabi Ibrahim.
RAIH PAHALA, Sebarkan Artikel Ini !

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...