Minggu, 26 Februari 2012

Tuduhan terhadap sejarah Nabi Muhammad Serta bantahanya 4


Tuduhan terhadap sejarah Nabi Muhammad
Serta bantahanya
1.         Islam Liberal berkilah, bahwa ayat-ayat dan hadits tentang diutusnya Nabi Muhammad untuk seluruh manusia ini bukan berarti Yahudi dan Nasrani.
Kilah mereka itu sudah ada jawaban tuntasnya:
عن أبي هريرة عن رسول الله ص م أنه قال: والذي نفس محمد بيده ، لا يسمع بي أحد من هذه الأمة يهودي ولا نصراني ثم يموت ولم يؤمن بالذي أرسلت به إلا كان من أصحاب النار.
    ‘An Abii Hurairota ‘an Rasuulillahi saw annahu qoola: “Walladzii nafsi Muhammadin biyadihi, laa yasma’u bii ahadun min haadzihil Ummati Yahuudiyyun walaa nashrooniyyun tsumma yamuutu walam yu’min billadzii ursiltu bihii illaa kaana min ash-haabin naari.” (Muslim).

            Diriwayatkan dari Abu Hurairah dari Rasulullah saw bahwa beliau bersabda: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tanganNya, tidaklah seseorang dari Ummat ini yang mendengar (agama)ku, baik dia itu seorang Yahudi maupun Nasrani, kemudian dia mati dan belum beriman dengan apa yang aku diutus dengannya, kecuali dia termasuk penghuni neraka.”  (Hadits Riwayat Muslim bab Wujubul Iimaan birisaalati nabiyyinaa saw ilaa jamii’in  naasi wa naskhul milal bimillatihi, wajibnya beriman kepada risalah nabi kita saw bagi seluruh manusia dan penghapusan agama-agama dengan agama beliau).
            Konsekuensi dari ayat dan hadits itu, Nabi Muhammad saw sebagai pengemban risalah yang harus menyampaikan kepada umat manusia di dunia ini, maka terbukti  Nabi saw mendakwahi raja-raja yang beragama Nasrani dan bahkan raja atau kaisar beragama Majusi. Seandainya cukup orang Yahudi dan Nasrani itu menjalankan agamanya saja dan tidak usah memasuki Islam, maka apa perlunya  Nabi Muhammad saw mengirimkan surat kepada Kaisar Heraclius dan Raja Negus (Najasi) yang keduanya beragama Nasrani, sebagaimana Kaisar Kisra di Parsi (Iran) yang beragama Majusi (penyembah api), suatu kepercayaan syirik yang amat dimurkai Allah SWT.
            Sejarah otentik yang tercatat dalam kitab-kitab hadits menyebutkan bukti-bukti, Nabi berkirim surat mendakwahi Kaisar dan raja-raja Nasrani maupun Majusi untuk masuk Islam agar mereka selamat di akhirat kelak. Bisa dibuktikan dengan surat-surat Nabi saw yang masih tercatat di kitab-kitab hadits sampai kini. Di antaranya surat-surat kepada Raja Najasi di Habasyah (Abesinea, Ethiopia), Kaisar Heraclius penguasa Romawi, Kisra penguasa Parsi, Raja Muqouqis di Mesir, Raja al-Harits Al-Ghassani di Yaman, dan kepada Haudhah Al-Hanafi .
2.         Bahwa kaum Syiah mengatakan seluruh sahabat nabi telah kafir, selain 3 sahabat yaitu Migdad, Gifari dan Salman Alfarisi.
Bantahanya adalah[1]:
Kita ketahui bersama bahwa seluruh sahabat nabi tidak murtad, karna Alloh telah berfirman dalam Qur’anNya
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ذَلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ
(Al-Bayyinah : 8)
3.      Tuduhan bahwa para wanita zaman Nabi banyak yang menawarkan dirinya (Kehormatan) kepada Nabi Muhammd Saw 
Ia kemudian menyitir sebuah hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari sebagai berikut: “Seorang wanita menghadap pada nabi Allah sambil berkata, "Wahai Rasul Allah! Saya ingin menyerahkan diri saya untukmu" (Hadits III/505A).65
Hadits yang disitir oleh Robert Morey ini sebenarnya belum selesai, artinya dipotong. Padahal hadits ini selengkapnya berbunyi seperti berikut ini :
“Dari Sahal bin Sa'ad, ia rnengatakan : seorang wanita menghadap kepada Rasulullah sambil berkata : "Wahai Rasulullah saya menyerahkan diri saya kepadamu". Kemudian seseorang berkata: "Nikahkan aku dengannya". Berkata (Rasulullah): "Kami telah meniikahkanmu dengan hafalan al-Qur'an yang engkau miliki ". (HR. Bukhari).66
Hadits ini ditulis Imam Bukhari untuk masalah hukum perwakilan dalam masalah pernikahan. Hadits yang sama dari Sahal bin Sa'ad tentang kasus yang sama ditulis Imam Bukhari sebanyak 12 kali dalam kitabnya. Kecuali hadits di atas, hadits¬hadits lain tersebut ditulis selengkapnya oleh Imam Bukhari, maksudnya percakapan lebih lengkap dalam kejadian tersebut, yang intinya bahwa Nabi tidak berkepentingan untuk menikahi wanita tersebut, dan salah satu sahabat meminta Nabi untuk menikahkan wanita tersebut dengan dirinya, karena si lelaki tersebut tidak memiliki mahar berupa harta maka ia ditanya apa memiliki hafalan surat-surat al-Qur'an, dan surat yang ia hafal itu ia dinikahkan oleh nabi.
Semua hadits yang menerangkan kejadian adanya seorang wanita yang menawarkan dirinya kepada nabi, maksudnya menawarkan untuk dinikahi. Salah seorang dari mereka yang diterima oleh Nabi adalah Maimunah, adik dari istri paman nabi sendiri. Robert Morey tampaknya sengaja memaknai hadits-hadits dengan kata-kata fulgar layaknya sebuah harem yang digambarkannya seperti rumah pelacuran. Kesengajaan ini tampak jelas ketika memotong hadits yang disitirnya. Maha benar Allah yang mengabarkan kepada kita melalui al-Qur'an, bahwa para ahli kitab seperti Robert Morey selalu menutupi kebenaran yang ia ketahui.
Tentang jumlah istri, di mana sebagian menyebut 9, sebagian menyebut 11, tidak bisa di artikan bahwa sisa hitungan dari sembilan adalah partner seksual, seperti yang dituduhkan oleh Robert Morey  Perhitungan sembilan karena tidak memasukkan Shofiyah dan Juwairiyah -keduanya adalah rampasan perang sebelum dinikahi-, serta Maria yang sebelumnya adalah budak. Sedang hitungan 11 tidak memasukkan Maria al-Qibthiyah yang memang sebelumnya adalah budak dari Iskandaria, itulah sebabnya banyak penulis klasik yang menyebutnya ummul walad (ibu dari anak), walaupun Rasulullah sendiri menyatakan "ia dlmerdekakan oleh anaknya" artinya Maria yang telah memberikan keturunan bagi Rasulullah telah dimerdekakan oleh beliau. Jumlah seluruhnya yang pernah ditulis dalam kitab-kitab sejarah menurut hitungan kami sebanyak 12 orang.
Pandangan seseorang terhadap sesuatu seringkali dipengaruhi oleh latar belakang budayanya. Pandangan negatif masyarakat barat terhadap Nabi, terlepas dari apa yang dihembuskan oleh Gereja sejak berabat-abat lalu, juga dipengaruhi oleh latar belakang budayanya. Dengan latar belakang kehidupan yang sangat bebas dalam pergaulan antar jenis yang bahkan kebablasan antar sejenis, akan mudah menuduh nabi-nabi mereka sendiri melakukan incest dan melacur, dan tentunya akan lebih mudah berpandangan miring terhadap seseorang yang beristri hingga sembilan lebih Namun tidak demikian bagi masyarakat yang masih menjaga kesucian hubungan antar lawan jenis. Apalagi jika ternyata kebanyakan dari para Istri tersebut adalah janda dan cuma satu yang gadis. Akal sehat pasti mengatakan ada sesuatu niat mulia dibalik perkawinan itu, tapi akal bejat akan menyayangkan kenapa tidak memilih seluruhnya perawan. Maka tidak heran jika hujatan terhadap nabi jarang keluar dari masyarakat timur. Hal ini dapat dimaklumi sebab ditimur memang gudangnya etika dan pemikiran religius yang dapat membentengi kerusakan moral. Maka jika Gereja timur ikut-ikutan menghujat para nabi-nabi, pastilah akibat pengaruh dari kiblat modern mereka.
4.         Dr. Robert Morey menuduh bahwa Nabi Muhammad tidak pernah mencapai prestasi apapun ketika beliau masih muda
Bantahanya :
Nabi Muhammad saw dilahirkan di Makkah pada hari Senin, 12 Rabiul Awwal, Tahun Gajah yang bertepatan dengan bulan Agustus 570 M. di rumah kakeknya Abd'1 Muttalib. Disebut tahun Gajah karena pada tahun tersebut adalah tahun di mana Abrahah -Gubernur Ethiopia di wilayah kekuasaan Yaman-, memimpin pasukan gajah ke Makkah untuk menghancurkan Ka'bah.
Ayahanda Nabi Muhammad adalah Abdullah, dan ibunya bernama Amina, putri dari Wahab. Nabi Muhammad bila diruntut nasabnya akan bertemu kepada nabi Ismail putra nabi Ibrahim; Nabi Muhammad putra Abdullah, putra Abdul Muttalib, putra Hashim, putra Abdul Manaf, putra Qushai, putra Kilab, putra Murrah, putra Kaab, putra Luai, putra Ghalib, putra Fihir, putra Malik, putra Al Nadhar, putra Kanana, putra Khuzaima, putra Madraka, putra Ilias, putra Mudir, putra Nizar, putra Ma'ad, putra Adnan, silsilah Adnan bertemu sampai pada Kedar putra dari Nabi Ismail, putra Nabi Ibrahim. Kakek Nabi Muhammad, abdul Muttalib, adalah pemimpin suku Quraisy, yang dihormati oleh suku-suku di wilayah Mekkah, ibunda Nabi adalah wanita keturunan terhormat clan silsilahnya dari suku yang sama. Pada hari ketujuh kelahirannya itu Abd'l Muttalib minta disembelihkan unta. Hal ini kemudian dilakukan dengan mengundang makan masyarakat Quraisy. Setelah mereka mengetahui bahwa anak itu diberi nama Muhammad, mereka bertanya-tanya mengapa ia tidak suka memakai nama nenek-moyang. "Aku menginginkan dia akan menjadi orang yang terpuji, bagi Tuhan di langit dan bagi makhluknya di bumi," jawab Abdl Muttalib.
Ayahanda Nabi, Abdullah, meninggal beberapa minggu sebelum kelahiran beliau, di Yatsrib pada saat mengunjungi saudara-saudara ibunya, sehabis pulang dari Suria untuk berdagang. Ibunda beliau meninggal pada saat perjalanan pulang dari Yatsrib, di suatu tempat yang dikenal dengan nama Abwa, pada saat beliau berumur 6 tahun.
Kemudian beliau diasuh oleh kakeknya Abdul Muttalib sampai berumur 8 tahun kemudian kakeknya meninggal juga. Setelah kakeknya meninggal beliau diasuh oleh pamannya Abu Talib bersama tiga keponakannya; Ali, Jaafar, dan Akeel. Dibawah asuhan pamannya Abu Talib mulailah Nabi Muhammad menjadi seorang bisnisman dan pedagang. Beliau tumbuh dewasa dan terkenal dengan kejujuran beliau, keadilan, rendah hati, dan kemauan yang keras. Pada saat umur dua belas tahun, beliau mendampingi pamannya dalam kafilah dagang ke Siria. Nabi Muhammad terkenal dengan gelar "al Amin" karena sifat beliau yang dapat dipercaya oleh penduduk Mekkah clan sekitarnya. Gelar al Amin artinya yang jujur, kepercayaan dan pemberian gelar ini, yang mana hal ini adalah standar moral tertinggi bagi kehidupan di masyarakat . Hal ini menepis anggapan Dr. Robert Morey bahwa Nabi Muhammad tidak pernah mencapai prestasi apapun ketika beliau masih muda[2].
5.        Pernyataan Robert Morey seperti berikut ini : bahwa asal al-Qur'an tidak murni dari Allah.[3]
Bantahanya :
Masyarakat Arab pada masa turunnya wahyu adalah Inasyarakat yang sangat mengagungkan bahasa. Syair-syair yang muncul dikalangan mereka selalu membawa pengaruh sosial dan politik pada masa itu. Kemunculan Rasulullah Saw dengan ajaran yang baru dan sangat bertentangan dengan paham yang ada tentulah mengundang penentangan yang hebat, bahkan mengancam nyawa beliau. Sebagaimana Nabi-nabi lain yang telah terdahulu, setiap nabi dibekali dengan mukjizat yang dapat menaklukkan penentangan kaumnya sehingga mereka mempercayai risalah yang dibawanya. Jika Nabi Musa yang berhadapan dengan Fir'aun dan bala tentaranya - yang terkenal dengan kehebatan magic - dibekali dengan mukjizat yang dapat menandingi sihir, maka Rasulullah Muhammad Saw. yang berhadapan dengan masyarakat yang sangat mengagumi keindahan bahasa dibekali oleh dengan Mukjizat al-Qur'an yang disampaikan dengan keindahan bahasa yang dapat menandingi kemampuan masyarakat Arab saat itu.
Keindahan gaya bahasa al-Qur'an terbukti telah menunjukkan keampuhan perannya sebagai mukjizat bagi keberhasilan dakwah Rasulullah Saw. Banyak sekali riwayat yang menyatakan bagaimana sebagian masyarakat Arab pada awal dakwah Islam dengan serta merta mengakui kenabian Muhammad Saw hanya setelah mendengar ayat-ayat Qur'an. Berikut ini kami kemukakan riwayat Umar bin Khattab yang masuk Islam setelah mendengar ayat yang dibaca oleh Rasulullah Saw.
Berkata Umar bin Khattab : "Saya keluar untuk menemui Rasulullah Saw. (saat itu) saya belum masuk Islam. Saya mendapatkannya telah mendahului masuk masjid maka saya berdiri dibelakangnya, kemudian (Rasulullah) memembaca surat al-haqah maka saya terkagum-kagum dengan susunan (gaya bahasa) al-Qur'an ". (Umar) berkata : Maka saya mengatakan : "Ini adalah penyair seperti yang dikatakan oleh (kaum) Qurays". (kemudian Umar) mengatakan : "Maka (Rasulullah Saw.) membaca (ayat yang artinya) (Sesungguhnya al-Qur'an itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia. dan al-Qur'an itu bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya.]. Umar berkata: "Saya mengatakan (ini perkataan) peramal. Rasulullah mengatakan (menyebut ayat yang artinya) [Dan hukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya. la adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam. Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, Niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya. Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu. ] hingga akhir surat. Umar berkata : "maka menetaplah Islam dalam hatiku sedalarn-dalamnya. (HR. Imam Ahmad)
Sahabat Umar bukanlah seorang yang bodoh. Beliau adalah seorang yang sangat berani dan kritis dengan kemampuan berbahasa yang tinggi.  Masih banyak lagi riwayat keislaman masyarakat Arab karena kekaguman mereka terhadap gaya bahasa al-Qur'an.
Keindahan bahasa al-Qur'an baik dalam pemakaian kata maupun penyusunannya, diakui oleh masyarakat Arab sendiri sejak awal mula diturunkan hingga saat ini. Gaya bahasa yang sangat indah dari AI-Qur'an sekaligus menafikan adanya campur tangan manusia di dalamnya termasuk Rasulullah Saw. Pernyataan Robert Morey seperti berikut ini : Ceceran sidik-jari tangan Muhammad dapat dilihat pada setiap halaman al-Qur'an sebagai saksi bahwa asal al-Qur'an tidak murni dari Allah .
Adalah pernyataan tanpa dasar. Setidaknya ada dua hal Yang perlu kita perhatikan dalam masalah ini yaitu :
Dalam al-Qur'an banyak sekali ayat-ayat yang turun secara spontan. Dan tidak dapat disangkal bahwa redaksi yang disusun seseorang secara spontan, pasti mutunya lebih rendah dari yang disusun dengan berpikir lebih dahulu. Tetapi para kritikus bahasa - setelah membandingkan ucapan Nabi Muhammad Saw dengan ayat-ayat Qur'an - mengakui bahwa keindahan bahasa Al-Qur'an lauh melebihi keindahan bahasa Nabi Muhammad Saw. Kalau bukan dari Allah mana mungkin yang spontan lebih baik dari yang dipikir lebih dahulu (lihat riwayat di atas)
Pakar-pakar bahasa mengakui bahwa setiap orang mempunyai gaya bahasa tersendiri yang merupakan ciri khas masing-masing. Amat sulit bagi seseorang -kalau enggan berkata mustahil- untuk memiliki dua gaya bahasa yang berbeda. Jika anda membandingkan gaya bahasa al-Qur'an dengan gaya bahasa hadits maka anda akan menemukan suatu perbedaan yang menonjol[4]
Waallohu A’lam










[1] . Kajian Malam Ahad di Pesantren Tinggi Al-Islam Bekasi, oleh Ust Lukman (Tafsir Qs Ali Imran : 7).
[2] .Lihat di Siroh Nabawiah, Soifurohman Al-Mubarok Fury.
[3] . Robert Morey, op. cit., hal. 54
[4] . Hj Irena Handono, Menjawab Buku The Islamic Invation Robert Morey) Islam Di Hujat
RAIH PAHALA, Sebarkan Artikel Ini !

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...